Apa Hukum Mengangkat Pemimpin dari Orang Kafir
Apa Hukum Mengangkat Pemimpin dari Orang Kafir

Apa Hukum Mengangkat Pemimpin dari Orang Kafir

Apa Hukum Mengangkat Pemimpin dari Orang Kafir

Hukum mengangkat Pemimpin dari Orang Kafir.

Apa Hukum Mengangkat Pemimpin dari Orang Kafir
Apa Hukum Mengangkat Pemimpin dari Orang Kafir


Hai Sobat ketemu kenapa lagi ya di mbayuli.com gimana kalian sehat kan jangan sakit-sakit ya sakit itu gak enak tau,he,he,he. Ok kali ini mba yuli akan ngebahas apa sih hukumnya mengangkat pemimpin dari orang kafir.

Hukum mengangkat kedudukan orang kafir dan tidak boleh menjadikan pemimpin para pekerja muslim Selama masih ada di antara kaum muslimin yang mampu memimpin, walaupun orang kafir lebih peka dan lebih menguasai pekerjaan atau teknis, tapi seorang muslim tentu lebih utama daripada nya, bahkan diharamkan mengangkat orang kafir untuk memimpin orang-orang, allah ta'ala berfirman" demi Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang memusnahkan orang-orang"(Qs An-Nisa:141)

Baca Juga : Orang Munafik adalah Musuh Dalam Selimut

Tidak diragukan lagi bahwa ketika orang kafir menjadi pemimpin, iya kan mengutamakan dirinya dan menekan kaum mukminin serta berambisi untuk meremehkan dan menghinakan mereka, merendahkan jabatan mereka dan mengangkat kedudukan orang-orang kafir lainnya, mendekatkan kedudukan orang-orang ta itu pada dirinya dan memberikan posisi penting kepada mereka. Ketika ada orang kafir yang memeluk Islam, maka ia akan ditekan, diturunkan jabatannya dan dijauhkan, atau berambisi untuk menghalangi yang memeluk Islam. Ini alasan tidak perlu nya menyerahkan kepemimpinan kepada orang kafir, jika memang di antara kaum muslimin ada yang lebih baik dari padanya.

Bahkan memilih para pekerja kuffar dan mengutamakan mereka terhadap kaum muslimin merupakan cacat terhadap keadilan-nya dan merupakan kekurangannya dalam beragama. Karena itu, hendaknya kaum muslimin saling menghormati saudara-saudara sesama muslim dan mendekatkan kedudukan mereka serta memperingatkan mereka dari tipu daya musuh: Yakni kaum kuffar, dan menjauhkan mereka karena sudah jelas adanya kebencian dan permusuhan mereka terhadap islam dan para pemeluknya.

(syekh Abdullah Bin Abdurrahman al-jibrin,Ad-Durr Ats-tsamin Fi Fatawa Al-Kufala" Wal Amilin, hal 49)

(Disalin dari buku Al-fatawa Syar"iyyah Fi Al-Masa"il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia fatwa-fatwa terkini -1,Drul Haq)

Ok sekilas penjelasan bagaimana hukum mengangkat pemimpin dari Orang Kafi,semoga bisa di pahami dan semoga bermanfaat, dan jangan lupa share ya. terimakasih
Buka Komentar

No comments