Arti dan Asal-Usul Teks Lorem Ipsum Dolor Sit Amet

Mbayuli.Com - Hallo sobat ketemu lagi ya di mbayuli.com gimana kabarnya nih sehat kan jangan sakit sakit ya sakit gak enak tahu hehe ,ok artikel kali ini yaitu Arti dan Asal-Usul Teks Lorem Ipsum Dolor Sit Amet, silahkan sobat simak ya.

Sehabis hibernasi lama sekali, kesimpulannya dapat timbul lagi ke permukaan. Jika dibilang vakum, sesungguhnya aku bukannya menghilang" plas" hingga tidak sempat buka- buka web lagi. Aku senantiasa buka. Sangat tidak ya, 2 hari sekali. Menulis apa yang berseliweran di benak. Tetapi semacam kerutinan lama. Seluruh post cuma jadi draft yang enggak kunjung berakhir.*sigh*    Blogwalking seorang diri, masih kerap. Tiap sahabat web yang aku simak baik melalui Google Plus ataupun Twitter lagi menautkan artikel terkini mereka, aku senantiasa membaca hingga akhir. Tetapi pada kesimpulannya, tiap berakhir menulis komen, aku senantiasa menghapusnya. Naif sih, tetapi aku minder saja jika terdapat yang blogwalking tetapi tulisan aku belum nambah. Muehe. Walhasil aku semacam lenyap serta tidak sempat bermain web lagi. Lagi- lagi. Klise. Sebab keseharian.    Sebab itu, malam ini aku mau menulis random. Cuma random. Seluruh yang terdapat di benak asal ditulis buat kurangi kepenatan. Sehabis hibernasi lama sekali, kesimpulannya dapat timbul lagi ke permukaan. Jika dibilang vakum, sesungguhnya aku bukannya menghilang" plas" hingga tidak sempat buka- buka web lagi. Aku senantiasa buka. Sangat tidak ya, 2 hari sekali. Menulis apa yang berseliweran di benak. Tetapi semacam kerutinan lama. Seluruh post cuma jadi draft yang enggak kunjung berakhir.*sigh*    Blogwalking seorang diri, masih kerap. Tiap sahabat web yang aku simak baik melalui Google Plus ataupun Twitter lagi menautkan artikel terkini mereka, aku senantiasa membaca hingga akhir. Tetapi pada kesimpulannya, tiap berakhir menulis komen, aku senantiasa menghapusnya. Naif sih, tetapi aku minder saja jika terdapat yang blogwalking tetapi tulisan aku belum nambah. Muehe. Walhasil aku semacam lenyap serta tidak sempat bermain web lagi. Lagi- lagi. Klise. Sebab keseharian.    Sebab itu, malam ini aku mau menulis random. Cuma random. Seluruh yang terdapat di benak asal ditulis buat kurangi kepenatan. Arti dan Asal-Usul Teks Lorem Ipsum Dolor Sit Amet

Sehabis hibernasi lama sekali, kesimpulannya dapat timbul lagi ke permukaan. Jika dibilang vakum, sesungguhnya aku bukannya menghilang" plas" hingga tidak sempat buka- buka web lagi. Aku senantiasa buka. Sangat tidak ya, 2 hari sekali. Menulis apa yang berseliweran di benak. Tetapi semacam kerutinan lama. Seluruh post cuma jadi draft yang enggak kunjung berakhir.*sigh*

Blogwalking seorang diri, masih kerap. Tiap sahabat web yang aku simak baik melalui Google Plus ataupun Twitter lagi menautkan artikel terkini mereka, aku senantiasa membaca hingga akhir. Tetapi pada kesimpulannya, tiap berakhir menulis komen, aku senantiasa menghapusnya. Naif sih, tetapi aku minder saja jika terdapat yang blogwalking tetapi tulisan aku belum nambah. Muehe. Walhasil aku semacam lenyap serta tidak sempat bermain web lagi. Lagi- lagi. Klise. Sebab keseharian.

Sebab itu, malam ini aku mau menulis random. Cuma random. Seluruh yang terdapat di benak asal ditulis buat kurangi kepenatan.

Baca Juga : Pengertian Literasi Secara Bahasa dan Secara Umum

Arti dan Asal-Usul Teks Lorem Ipsum Dolor Sit Amet


1. ANTARA Web Serta VLOG

Menulis, terlebih suatu web, sesungguhnya perlu konsistensi besar. Sekali ditekuni, web dapat jadi omzet tertentu untuk pengembangnya. Tetapi, ya. Akhir- akhir ini, keberadaan web terus menjadi tersaingi dengan vlog Youtube. Bukan tergusur, sih. Aku kurang suka jika web dikatakan tergusur sebab terdapatnya vlog. Walaupun tidak mangkir, jika vlog saat ini meraja lela dimana- mana.

Pacaran dibikin vlog. Gituan dibikin vlog. Putus nangis- nangis bawang dibikin vlog. Lamaran dibikin vlog. Menikah dibikin vlog. Malam mula- mula dibikin vlog. Berbadan dua dibikin vlog. Melahirkan dibikin vlog. Cerai dibikin vlog. Apapun dibikin vlog.

Nyaris seluruh orang dapat buat vlog.

Yang memiliki skill di bidang edit- mengedit video, yaaaa, nyaman. Dapat shooting serta diedit seorang diri.

Yang tidak memiliki modal editting, tinggal calling jasa IT buat mengelola. Mudah.

Kian kesini, atensi baca manusia terus menjadi menipis. Mereka lebih menggemari konten audio- visual daripada visual aja. Banyak yang kesimpulannya memilah:

Nonton film. Daripada baca bukunya.

Nonton vlog. Daripada baca tulisan di web.

Hingga dari itu, aku mengamati kalau manusia tumbuh. Enggak dapat dan merta disalahkan. Internet menyebar dimana- mana( walaupun belum seluruh daerah terdapat). Yang sebelumnya orang- orang cuma memperoleh tontonan dari Televisi, saat ini dapat meningkat lagi lewat Youtube.

Tidak salah, sih. Namanya pula pertumbuhan teknologi. Enggak terdapat yang dapat melaksanakan denial mentah- mentah. Kita cuma dapat jadi pemirsa pintar yang sanggup memilah serta memilah siaran buat dinikmati.

Berdialog tentang konten, baik di web ataupun vlog.

Acapkali aku menciptakan kalau siaran di vlog seseorang Youtuber, sesungguhnya menyadur dari tulisan yang terdapat di web orang lain. Banyak yang aku temukan( bisa jadi kamu pula), tiap Youtuber membagikan referensi web ataupun web di penghujung videonya.

Itu untuk yang ketahui diri, ya. Kadangkala banyak pula yang tidak menyertakan sumber blognya.

Banyak permasalahan semacam ini.

Terdapat seseorang vlogger yang membagikan beauty hacks buat menanggulangi muka kumal. Sesungguhnya, jika kita ingin mencari di Google," sistem menanggulangi muka kumal", hendak banyak sekali cara- cara yang dapat kita jalani. Apalagi blog- blog tersebut telah terdapat semenjak jaman baheula. Dulu ketika. Cuma kita aja yang bisa jadi tidak sempat mencari. Ataupun bisa jadi beda generasi( untuk anak SMP ataupun SMA).

Disitulah kadangkala aku rindu dengan jaman jayanya web di masa terdahulu.

2. TENTANG PERUBAHAN

" Pada kesimpulannya, yang enggak sempat berganti merupakan pergantian itu seorang diri."- Unknown

Sempat membaca ataupun mendengar quote tersebut?

Seluruh orang dapat berganti. Seluruh orang pula berhak berganti. Baik ke arah lebih baik, ataupun kebalikannya. Manusiawi, ya?

Kita tidak sempat dapat memilah KAPAN kita dapat berganti, Kenapa kita berganti, serta Gimana kita berganti. Cuma dapat mengendalikannya serta menjaganya supaya tidak berubah- ubah( jika berganti jadi lebih baik) serta mengembalikannya semacam semula( jika berganti jadi lebih kurang baik).

Bagaikan contoh, aku mempunyai sahabat yang tadinya berpacaran lama dengan seseorang lelaki. Apalagi sehabis sang lelaki menduakannya berulang kali, ia senantiasa bertahan. Hingga kesimpulannya terdapat bencana besar yang diakibatkan sang lelaki di penghujung 2015. Kesimpulannya sahabat aku memutuskan buat menyudahi. Kali ini betul- betul menyudahi. Dia yang sebelumnya mempunyai style pernampilan yang casual serta biasa, condong sosialita, enggak sempat lagi nampak menggunakan celana jeans. Jilbab tipis berubah lebih tebal supaya syari. Dia memutuskan buat senantiasa single sampai menikah nanti.

Terdapat pula sahabat aku yang sehabis mempunyai permasalahan keluarga yang lumayan besar, kesimpulannya ingin kembali beribadah di gereja lagi. Sementara itu sebelumnya sama sekali enggak sempat mendatangi misa, baik mingguan ataupun dikala hari raya.

Sesungguhnya, dari peristiwa yang lekat dengan hidup kita tiap hari juga, kita dapat aja berganti.

Misalnya, kita yang sebelumnya malas olahraga. Sehabis membaca postingan tentang" khasiat berlari buat jangka panjang", dapat jadi kita hendak lekas mengendalikan agenda jogging masing- masing pagi ataupun sore hari. Ini terjalin pada aku dikala berakhir membaca novel karya penulis legend asal negara sakura, Haruki Murakami, yang bertajuk" What I Talk About When I Talk About Running".

*btw, ini tidak berlaku untuk para laki- laki yang membaca novel anu. dari tidak mengerti tentang anu, jadi mengerti tentang anu.*

Kemudian, dikala kita memandang sesuatu film, dapat jadi kita hendak terbawa emosi sampai mempunyai pola pikir yang condong berganti. Entah sesaat aja, entah selamanya. Aku pernah menyaksikan ulang movie dari Ghibli yang bertajuk" Hotaru Nomor Haka" ataupun dalam bahasa Inggrisnya bertajuk" Grave of Fireflies". Usai menyaksikan( serta masih banjir air mata), aku menyadari kalau after effect peperangan sangat seram. Paling utama untuk kanak- kanak yang ditinggalkan bapak serta ibunya. Pedih, cuy.

3. Pergantian BLOG

Ah, jika ngomongin web, aku sesungguhnya merasa kelu. Walaupun terhitung bagaikan blogger angkatan lama, tetapi aku tidak tidak berubah- ubah. Kerap ilang cocok lagi sayang- sayangnya.*eh*

Semacam tadi yang aku katakan di dini, aku tidak betul- betul menghilang. Nyaris masing- masing 2 hari menulis draft, tetapi urung dilanjutkan sebab sangat padat jadwal pekerjaan di real life serta semacamnya. Sementara itu, padat jadwal itu alibi klasik. Sangat klise bila diperuntukan alibi. Tetapi sebab saking padatnya keseharian, aku hingga tidak memiliki alibi tidak hanya padat jadwal.

2 hari yang kemudian, aku bedagang hingga pagi buat mengganti layout serta appearance web ini. Dari nama domain yang sebelumnya" Kiwibiru", jadi nama asli. Bernazar beli domain dengan ekstensi. com pula sih, rencananya. Setimpal anjuran sahabat blogger dari setahun kemudian. Hehe. Tetapi nantilah, hendak aku jalani bila telah teratur menulis lagi.

Jika berpikir tentang komitmen, aku dapat mencaci maki diri seorang diri hingga tahun depan.

Tiap orang memiliki passion. Serta ya, aku tercantum orang pengecut yang enggak kokoh berkomitmen buat passion aku. Menulis serta membaca merupakan 2 perihal yang sangat aku gemari. Dari kecil. Apalagi dikala TK serta SD, aku menulis cerita di kertas sobekan novel SIDU. Cerpen simpel. Tetapi sahabat aku menyukainya. Dengan terdapatnya otak komersil semenjak kecil, kesimpulannya aku senantiasa mem- fotocopy cerpen aku buat setelah itu dijual ke sahabat sekelas dengan harga SERATUS RUPIAH buat tiap cerita. Menyenangkannya bukan cuma sebab menemukan duit. Tetapi sebab aku memperoleh duit dari hasil tulisan aku.

Perihal ini juga bersinambung sampai aku jadi kontributor bulanan di majalah kanak- kanak, Mentari serta Bobo. Kadangkala cerpen, kadangkala pengalaman kocak, kadangkala puisi, kadangkala panduan serta formula masakan. Hingga SMP. Aku memiliki teman pena dimana- mana. Dekat 2 puluh sahabat. Tetapi sehabis SMP serta bertukar no ponsel, kami malah tidak sering sekali buat silih menghubungi.

Hingga dari itu, dikala menciptakan Web di tahun 2006 akhir, aku bersemangat buat mendaftar. Waktu itu aku masih SMP kelas 1. Masih menulis di majalah pula. Aku mulai menulis web dengan diary, keseharian, lirik lagu( sangat kerap), serta pula puisi. Random. Tetapi bukan di web ini, sekalipun aku telah memakai platform blogger waktu itu.

Di penghujung 2009, web lama aku terbengkalai sebab padat jadwal persiapan masuk SMA. Waktu telah masuk SMA, aku kurang ingat password- nya serta sangat malas buat mengurus.

Ahirnya membikin lagi web ini di tahun 2010 dengan nama" Kiwibiru". Masih labil dengan menulis status FB, lirik lagu, puisi, cerpen, formula masakan, serta biodata artis ataupun tim band.

Seterusnya, mulai tumbuh. Tetapi ya itu, kerap menghilang sebab dalih banyak aktivitas.

Di tahun ini, mulai 2 hari yang kemudian, aku mau kembali menulis web lagi. Telah sangat banyak muntahan- muntahan benak yang wajib dikeluarkan. Telah sangat usang draft yang enggak sempat dilanjutkan. Pilu, sih. Tetapi telah terlambat pula buat disesali.

Aku seorang diri tercantum" manusia lembam". Jika telah menyudahi, sulit mengawali lagi. Jika telah mengawali lagi, sulit buat menyudahi. Telanjur menyudahi nge- blog, ya menyudahi total. Telanjur mulai nge- blog lagi, jadi candu hingga tidur sampai larut malam berhari- hari. Enggak dapat balance.*hiks*

Hingga dari itu, aku mulai dengan merombak domain serta tema. Embel- embel" kiwi" telah lenyap seluruh. Menyisakan web dengan tema novel yang lebih netral.

Yah, mudah- mudahan dengan ini, dapat tidak berubah- ubah dalam menulis web lagi.

Supaya juga toh web mulai hening, yang berarti seluruh benak aku tersalurkan dalam tulisan.

" Orang boleh pandai setinggi langit, tetapi sepanjang dia tidak menulis, dia hendak lenyap di dalam warga serta dari sejarah."- Pramoedya Ananta Toer, House of Glass

4. DI ANTARA PEKERJAAN

Sebagian hari kemudian aku blogwalking ke web seseorang sahabat, sebut aja namanya, Yanto( 20 sekian tahun). Dia tersesat di jalur usai kembali dari interview pekerjaan jadi seseorang penulis di suatu kantor. Aku yang umumnya tidak bernyali meninggalkan jejak di web sahabat( sebab khawatir ketahuan lama tidak buat artikel baru), seketika T E R P E L A T U Q U E mau menulis pendapat. Postingannya nyesek, sih.

Jika boleh aku bilang, pekerjaan di bidang seni serta kasusastraan( entah kenapa) kerap sekali ditatap sebelah mata oleh orang lain.

" Ah, kan hanya nulis."

" Ah, kan hanya nggambar."

Sementara itu, jika dipikir lebih dalam, ya. Tanpa terdapatnya Atensi serta BAKAT, 2 pekerjaan itu tidaklah suatu yang mudah. Sungguh- sungguh.

Orang IT sepintar apapun dalam perihal coding ataupun orang Fisika sehebat apapun dalam menuntaskan persamaan Kuantum, bila sesuatu dikala dimohon menulis tentang tema tertentu, tentu hendak kesulitan.

Sama semacam analogi Einstein, guru besar Fisika panutan aku.

" Tiap anak merupakan jenius. Tetapi bila kamu memperhitungkan ikan dari kemampuannya memanjat tumbuhan, seumur hidup ia hendak menyangka pribadinya bodoh."- Albert Einstein

TRUE DAT.

Tiap orang memiliki keahlian serta keahliannya tiap- tiap. Enggak dapat bila warga mencemari pekerjaan penulis serta pekerja seni. Terlebih bila status mereka freelance.

Entah kenapa, pekerja freelance kerap( bukan senantiasa, ya) diremehkan secara enggak langsung. Bayaran yang enggak setinggi pekerja kantoran, malah kadangkala cuma memperoleh perkataan" terima kasih" aja. Bisa jadi banyak di antara sahabat blogger serta penulis yang sempat memperoleh pengalaman semacam ini. Tulisan dibayar cuma dengan perkataan" big thanks" maupun exposure.

Jika telah begini, aku mau sekali keluhan pada industri besar- besar itu serta mengatakan.

" Hey, makan perlu uang!"

Di sisi lain, aku mempunyai seseorang sahabat yang Sangat BERBAKAT dalam melukis realis. Tetapi, banyak sekali dia memperoleh order dengan bonus kalimat semacam ini.

" Harga kerabat lah, jika dapat free."

" Diskon buat sahabat 200 persen ya?"

" Dibayar pake makan siang ataupun dinner boleh kan? Kita kan karib."

" Alah, tinggal ngelukis penggalan matanya begini, detailnya begini, kemudian penggalan bawahnya nanti begini begini begini. Masa iya wajib bayar semahal itu?"

Ya, beginilah manusia. MENTAL GRATISAN.

Giliran terdapat diskonan brand- brand sepatu serta tas ternama, langsung lari ke mall. Tetapi masa depan sahabat ataupun saudaranya diabaikan.

IMO, malah" harga sahabat" harusnya sama ataupun apalagi lebih mahal. Lebih besar dari harga pasar biasa. Tidak hanya mengenakan jasa, kita sepatutnya turut menolong modal serta berikan sokongan material kepada sahabat kita. Yakin deh, sahabat yang telah sempat kita doakan serta bantu usahanya secara finansial, umumnya hendak merasa yakin diri.

" Sahabat gue saja yakin sama keahlian gue, terlebih yang lain."

Suntikan semangat lah, jika istilahnya.

Jadi, jangan senantiasa menyesuikan memohon korting ataupun gretongan dikala memerlukan jasa sahabat, ya. Ingat, ia bekerja. Bukan membagikan jasa cuma- cuma.

5. LOREM IPSUM DOLOR SIT AMET

" Lorem ipsum dolor sit amet..."

" Nor again is there anyone World Health Organization loves or pursues or desires to obtain pain of itself..."

" Enggak terdapat seorang yang suka memperoleh penderitaan untuk pribadinya..."

Kerap menjumpai kalimat demikian?

Untuk yang kerap bermain template web, tentu telah hapal. Hehe. Entah ini quote darimana asalnya, aku kepikiran buat menuliskannya disini. Serta apalagi menjadikannya bagaikan judul artikel.

Pemakaian lipsum( singkatan dari quote lorem ipsum bla bla bla) merupakan supaya sang owner web yang lagi berupaya demo template tersebut enggak sangat fokus pada makna harfiah ataupun literal dari kalimat itu. Cuma biar paham kalau elemen template yang diartikan wujudnya ataupun tampilannya semacam apa. Bacaan lengkap lipsum, terdapat semenjak dekat abad 15. Lelet laun, bacaan legend ini dipakai buat major example di segala industri penyusunan huruf, percetakan, serta saat ini di web ataupun web.

Quote ini enggak jelas siapa yang mulanya mengakibatkan, tetapi diyakini kalau lipsum disusun oleh seseorang tukang cetak tedahulu. Tetapi, seseorang profesor Bahasa Latin sukses menciptakan kenyataan kalau lipsum ini berasal dari naskah" de Finibus Bonorum et Malorum" yang maksudnya" Sisi Ekstrim dari Kebaikan serta Kejahatan". Karya sastra klasik ini ditulis oleh Cicero. Jangan tanya siapa, sebab sehabis browsing lama juga aku tidak nemu siapa doi. Ehe.

Dari mari, aku cuma mau menuliskan kalau...

Manusia acapkali cuma fokus pada tampilan konkret serta nyata aja. Condong enggak ingin repot, maunya yang serba praktis. Banyak menghabiskan waktu cuma buat mematut penggalan luar. Tetapi kurang ingat kalau makna manusia yang sebetulnya merupakan kebermanfaatan. Manusia khawatir hendak kelemahan, tetapi enggak berupaya mengoptimalkan kelebihan. Manusia khawatir hitam. Tetapi enggak berupaya mencari lampu. Malah berdiam serta menunggu gelapnya berangkat.

Memanglah jaman berganti.

Manusia berganti.

Tetapi ingat kembali, berganti enggak senantiasa ke arah yang kurang baik.

Berganti dapat ke arah baik.

Asal kita sanggup mengatur.

Malas menulis sebab padat jadwal? Dapat dikendalikan. Fokus dapat diusahakan. Waktu dapat diluangkan. Agenda padat dapat direnggangkan.

Yang enggak dapat merupakan...

Mengulang kehidupan, meski telah menyesal sebab telanjur enggak sempat menulis serta berbuat kebaikan sepanjang nyawa masih di kandung tubuh.

Salam serta sekian.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel