LARANGAN MEMANGGIL SESEORANG DENGAN GELARAN EJEKAN

LARANGAN MEMANGGIL SESEORANG DENGAN GELARAN EJEKAN



Bismillaahirrohmaanirrohiim,.

Seringnya kita mendengar kebiasaan di sekitar kita yang dalam pergaulan sehari-harinya saling memanggil dengan gelar. Yang gelar itu diberikan dari teman-temannya atau saudaranya. Mereka tetap memanggil dengan gelar meskipun dia mempunyai nama asli yang bagus yang diberikan oleh ibu bapaknya.

Biasanya gelaran tersebut diambil dari keadaan bentuk fisik, pembawaan dari lahir atau sifat-sifat orang tersebut dan biasanya hanya yang negatif saja.

Baca Juga : 

Menurut Ibnu Katsir dalam tafsirannya, kadang-kadang seseorang mendapat dua gelar, tiga gelar bahkan lebih.

Misalnya,

Orang yang berbadan tinggi disebutnya "Si Jangkung"

Orang yang berbadan besar disebutnya "Si Gendut"

Orang yang berbadan pendek disebutnya "Si Pendek" atau "Si Kate",

Orang Yang pesek hidungnya disebutnya "Si Pesek"

Orang yang berkulit hitam disebutnya "Si Hitam"

Orang yang tidak memiliki disebutnya "Si Botak"

Dan lain sebagainnya.

Karena motif pemberian gelar tersebut didasarkan kepada unsur negatif, maka tidak jarang menimbulkan kerusuhan, bahkan perkelahian antara sesama, tidak jarang saling ejek mengejek, dan saling merendah-rendahkan kembali.

Padahal dalam Al-Qur'an, Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَومٌ مِّن قَوْمٍ عَسَى أَن يَكُونُوا خَيْراً مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاء مِّن نِّسَاء عَسَى أَن يَكُنَّ خَيْراً مِّنْهُنَّ وَلَا تَلْمِزُوا أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ بِئْسَ الاِسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki mencela kumpulan yang lain, boleh jadi yang dicela itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan mencela kumpulan lainnya, boleh jadi yang dicela itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim “ (QS. Al Hujuraat :11)

Dalam ayat ini dijelaskan, bisa jadi orang yang di rendahkan itu lebih baik dari orang yang merendahkan. Karena kita tidak pernah tahu derajat seseorang di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Bisa saja orang yang di rendahkan itu lebih mulia di sisi Allah, lebih banyak amal kebaikannya dari pada orang yang menghina.

Itulah indahnya Islam, Sampai kepada soal-soal yang demikian kecil, ternyata diatur oleh ajaran Islam, sebab terkadang justru soal-soal kecil yang dianggap remeh itulah yang akhirnya menjadi perkelahian.

Semoga Bermanfaat

📝 @Yunsriway #Yunsriway

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel