11 Kebaikan Dan Pahala Orang Yang Di Ghibah

 11 Kebaikan Dan Pahala Orang Yang Di Ghibah

id.pinterest.com

Di Ghibah Orang? Tidak Perlu Sedih, Mari Kita Ulas Satu Persatu.

DI GHIBAH ORANG

Sumber dari website Ummu Yasir

#Sahabat fillah…

Marilah kita ulas satu persatu dari sekian banyak rahasia kebaikan dari keadaan di gunjing/di ghibah, ada 11 kebaikan padanya, yaitu sebagai berikut:

1). Anda yang di gunjing/di ghibah jadi mendapatkan perhatian lebih dari sebelumnya, karena orang-orang jadi sibuk memperhatikan anda, sehingga andapun jadi lebih memperhatikan sikap anda.

2). Pada dasarnya orang yang sedang ramai di bicarakan, pertanda ia sedang berada di atas, dengan kata lain mereka yang menggunjing/mengghibah menyadari dalam hatinya tentang kelebihan anda yang tidak mereka punya.

3). Anda jadi memiliki penasehat gratis yang suka mengoreksi kekurangan anda, agar anda dapat segera memperbaikinya dan berubah menjadi lebih teliti dan hati-hati. Tanpa anda harus menyewa mahal consultant karakter ataupun psikiater pribadi.

Baca juga :

4). Yang tadinya anda tidak tahu kekurangan anda, karena memiliki penasehat gratis maka anda jadi menyadari dan akhirnya dapat pelajaran baru untuk mensiasati pribadi anda jadi lebih baik dari sebelumnya, karena setiap kita pasti ada kekurangan.

5). Dalam sebuah hadist, di katakan bahwa mereka yang bergunjing/ghibah, hakikatnya sedang mengambil dosa-dosa anda, semakin banyak mereka bergunjing/ghibah tentang anda, semakin banyak pula dosa anda di ambil oleh mereka.

6). Sebaliknya, orang yang sedang di gunjing/di ghibah hakikatnya sedang menerima pasokan pahala dari mereka yang sedang menggunjingnya, dengan kata lain pahala mereka pindah ke orang yang di gunjing/di ghibah.

7). Tabiatnya orang-orang yang suka menggunjing/ghibah akan saling menggunjing lagi di belakang masing-masing, sehingga tampaklah bagi mereka keburukan mereka masing-masing, dan akhirnya saling tidak mempercayai lagi dan satu persatu bubar, tanpa anda harus bekerja keras untuk balik menyerang kumpulan mereka.

8). Jika anda dapat membuktikan gunjingan/ghibahan mereka salah, maka seketika mereka akan takjub pada anda dan balik saling membela anda satu sama lain, dan tampaklah bagi mereka masing-masing bahwa mereka sama-sama tidak berpendirian yang baik. Sekali lagi tanpa anda harus bekerja keras untuk balik menggunjing/mengghibah mereka.

9). Jika mereka tidak dapat anda perbaiki, diam adalah sikap cerdas dalam menghadapi gunjingan/ghibah, agar proses transfer pahala dan pemindahan dosa berlangsung dengan sukses.

10). Senyum terima kasih pada mereka setiap bertemu, karena mereka telah memberikan pahala mereka dengan cepat kepada anda. Lagipula tak ada salahnya selalu tebar senyum untuk semakin menambah saldo pahala anda, karena senyum adalah sedekah.

11). Bahagia, karena selama ini anda kurang inisiatif dalam beramal, namun dapat tumpukan pahala dari mana-mana akibat gunjingan/ghibah yang bahkan anda tidak kenal dengannya, hingga hapus sedikit demi sedikit dari catatan dosa-dosa anda.

Bukankah semua itu baik?… Bukankah semua yang tampak menyakitkan dan merugikan ternyata baik akibatnya. Tentunya jika sikap anda tetap baik dan santun dalam fase menjadi objek gunjingan/ghibah. Namun jika anda balik membalas dan mengajak berkelahi, maka itu semakin memperburuk keadaan anda di mata mereka dan bukan pahala yang di dapat, melainkan menambah kesalahan baru.

#Sahabat fillah…

Untuk itulah kita di tuntut agar tetap tenang dan bersahaja jika sedang menghadapi gunjingan/ghibah yang tidak enak, bersabar sedikit demi kebaikan yang banyak. Diam bukanlah tanda kelemahan, mengalah bukanlah tanda penakut, namun karena berilmu maka kita mengambil sikap yang bijak.

Tentunya sikap baik akan menuai hasil yang baik, dan sikap pasif tersebut di pilih semata-mata karena mengharap pahala dan ridha dari Allah swt. Bukankah anda tidak menyengaja merencanakan agar mereka ramai-ramai menggunjing anda sedemikian rupa, agar pahala amalan mereka pindah kepada anda?…

Jadi, jangan sedih jika kita sedang menghadapi sebuah gunjingan/ghibah. Justru berbahagialah karena ada orang-orang yang suka mengambil deretan dosa-dosa kita, dan menggantinya dengan pahala-pahala mereka. Bahkan kalau kita mampu, sediakanlah bagi mereka kado ucapan terima kasih karena telah bersedia mengambil dosa-dosa kita.

Semoga Bermanfaat

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel