AMALAN TERBAIK YANG DICINTAI ALLAH

 KETAHUILAH AMALAN TERBAIK ADALAH SHALAT

Semua ibadah yang dikerjakan oleh umat Islam, hanyalah shalat yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala secara langsung kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam . Lain halnya dengan perintah ibadah-ibadah yang lain yang diperintahkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. kepada beliau melalui perantara Malaikat Jibril.

Shalat merupakan ibadah yang paling utama kedudukannya dibandingkan dengan ibadah-ibadah yang lainnya. “Ibadah shalatlah yang pertama kali diperhitungkan dan shalat juga yang paling menentukan semua amal ibadah kita kepada Allah, jika shalat baik maka baik pula semua amal ibadah kita yang lainnya, jika jelek maka jelek juga amal ibadah lainnya.

Baca juga :

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Bersabda :

ﺃﻭﻝ ﻣﺎ ﻳﺤﺎﺳﺐ ﺑﻪ ﺍﻟﻌﺒﺪ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻓﺈﻥ ﺻﻠﺤﺖ ﺻﻠﺢ ﻟﻪ ﺳﺎﺋﺮ ﻋﻤﻠﻪ ﻭﺇﻥ ﻓﺴﺪﺕ ﻓﺴﺪ ﺳﺎﺋﺮ ﻋﻤﻠﻪ

“Perkara yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalat. Apabila shalatnya baik maka seluruh amalnya pun baik. Apabila shalatnya buruk maka seluruh amalnya pun akan buruk.” (Hadits Riwayat. Ath-Thabrani, silsilah Al-Ahadits Ash- Shahihah, no. 1358)

Jangan sampai kita sudah bersusah payah ikhlas dan meningkatkan kualitas amal ibadah puasa, haji dan lain-lain, tetapi di timbangan menjadi jelek karena jeleknya shalat kita.

Salah satu cara memperbaiki kualitas shalat adalah dengan “menambal” kekurangan kualitas shalat wajib dengan shalat-shalat sunnah, seperti shalat sunnah qobliyah, ba'diyah, tahajud, dhuha dll. Karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala. akan melihat shalat sunnah kita, jika ada kekurangan pada shalat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. bersabda :

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ النَّاسُ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ أَعْمَالِهِمُ الصَّلاَةُ قَالَ يَقُولُ رَبُّنَا جَلَّ وَعَزَّ لِمَلاَئِكَتِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ انْظُرُوا فِى صَلاَةِ عَبْدِى أَتَمَّهَا أَمْ نَقَصَهَا فَإِنْ كَانَتْ تَامَّةً كُتِبَتْ لَهُ تَامَّةً وَإِنْ كَانَ انْتَقَصَ مِنْهَا شَيْئًا قَالَ انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِى مِنْ تَطَوُّعٍ فَإِنْ كَانَ لَهُ تَطَوُّعٌ قَالَ أَتِمُّوا لِعَبْدِى فَرِيضَتَهُ مِنْ تَطَوُّعِهِ ثُمَّ تُؤْخَذُ الأَعْمَالُ عَلَى ذَاكُمْ

“Sesungguhnya amalan yang pertama kali akan diperhitungkan dari manusia pada hari kiamat dari amalan-amalan mereka adalah shalat. Kemudian Allah Ta’ala mengatakan pada malaikatnya dan Dia lebih Mengetahui segala sesuatu, “Lihatlah kalian pada shalat hamba-Ku, apakah sempurna ataukah memiliki kekurangan ? Jika shalatnya sempurna, maka akan dicatat baginya pahala yang sempurna. Namun, jika shalatnya terdapat beberapa kekurangan, maka lihatlah kalian apakah hamba-Ku memiliki AMALAN SHALAT SUNNAH ? Jika ia memiliki shalat sunnah, maka sempurnakanlah pahala bagi hamba-Ku dikarenakan shalat sunnah yang ia lakukan. Kemudian amalan-amalan lainnya hampir sama seperti itu.” [Hadits Riwayat. Abu Daud no. 864, Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih]

Maka dari itu kita umat Islam jangan sampai meninggalkan shalat 5 Waktu, Karena Shalat 5 waktu hukumnya wajib. Dan yang wajib ini tidak boleh ditinggalkan dalam keadaan apa pun.

Dalam keadaan sakit atau dalam perjalanan sekalipun, umat Islam tetap diwajibkan untuk melaksanakan shalat, tetapi dengan keringanan.

Misalnya, jika seseorang sakit dan tidak dapat shalat dengan berdiri, maka ia boleh melaksanakan shalat dengan duduk. Jika tidak mampu dengan duduk, ia boleh shalat dengan berbaring. Demikian pula orang yang tengah dalam perjalanan jauh. Ia mendapat keringanan dalam hal melaksanakan shalat dengan kebolehan untuk menjamaknya.

Semoga Bermanfaat..

🎨 @Yunsriway #Yunsriway

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel